« | »

Menembus Impian, tentang perjuangan untuk keluarga

Menembus Impian, tentang perjuangan untuk keluarga

9 - Apr - 2010 | 2:07 pm | kategori:Info Film

Sutradara beken Hanung Bramantyo membuat film baru: Menembus Impian. Di film ini ia mengusung cerita mengenai Multi Level Marketing alias MLM. Para pemain dalam Film antara lain Fredy Nuril, Acha Septriasa, Haikal Kamil, dan Diah Ayu Pasha.

Film ini bercerita tentang perjuangan Nur yang di perankan Acha Septriasa, seorang mahasiswi yang harus menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar yang di perankan Ayu Diah Pasha yang bekerja sebagai seorang buruh cuci. Keduanya selalu berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

Sang ibu lebih memilih agar Nur memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur sering berpikiran lain, dia ingin sukses dengan bisnis MLM. Pada saat itulah hadir Dian ( Fedi Nuril ) yang memberikan jalan baru pada hidupnya.

Hanung mengaku, pada awal pembuatan film ini memang tidak mudah. Banyak orang yang bertanya kepadanya, kenapa harus MLM? Ia beralasan ingin menyuguhkan sesuatu yang beda.

“Saya selalu mencari tema drama yang belum pernah diangkat di Indonesia. Ketika orang ngomong nyinyir tentang MLM, ya saya buat film tentang MLM. Ketika orang bilang Islam teroris, saya buat Islam yang penuh cinta kasih,” sambung Hanung mengenai genre filmnya.

Untuk keperluan ini, Hanung pun melakukan sendiri risetnya.”Saya banyak melakukan konsultasi dengan orang-orang MLM (Multi Level Marketing). Ini tidak sulit karena kebetulan saya punya teman baik sejak kecil yang terjun dan sukses di bisnis MLM,” kata Hanung.

Namun demikian, Hanung sempat menampik kalau dikatakan film ini dibuat untuk mengajak orang untuk berbisnis MLM.

“Jangan dianggap film ini kampanye tentang MLM. Ini film tentang seseorang yang ingin menebus keinginan ibunya. Ini film yang bercerita tentang jihad untuk keluarga, bagaimana dia melindungi dan mempertahankan keutuhan keluarga,” terangnya.

HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Info Film | Isi Komentar | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

CCC